DPR Aceh Minta Pemerintah Atasi Masalah ATM Kosong Bank Syariah

67
Foto: internet

Banda Aceh — Masyarakat Aceh dalam beberapa bulan terakhir mengeluh layanan bank syariah. ATM bank sering kosong serta transaksi kerap bermasalah.

Anggota DPR Aceh Bardan Sahidi meminta pemerintah mengatasi permasalahan yang dihadapi bank syariah di Aceh. Perbaikan harus segera dilakukan.

“Saya meminta pemerintah dapat mengatasi ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi ini menjelang Idul Fitri dan pembayaran gaji ASN bulan ke-13,” kata Bardan dalam sidang paripurna di DPR Aceh, Selasa (4/5/2021).

Bardan menilai permasalahan yang terjadi membuat masyarakat resah. DPR Aceh bakal menindaklanjuti permasalahan tersebut dalam rapat keeja dengan OJK, BI dan pimpinan Bank BUMN dan BUMA yang ada di Aceh

“Hal ini disebabkan kelemahan manajemen dan dukungan IT perbankan di Aceh,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPR Aceh Asrizal Asnawi juga menyoroti hal yang sama. Dia menilai pelayanan bank syariah di Aceh kerap menimbulkan masalah.

“Terkait banyaknya keluhan masyarakat pengguna jasa perbankan di Aceh, terutama dalam hal pelayanan ATM yang sering kosong dan gagal transfer, saya melihat pihak bank syariah tidak serius mendukung pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang sudah disepakati antara Pemerintah dan DPRA di Aceh,” kata Asrizal.

Dia meminta pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dewan pengawas keuangan syariah untuk menegur penyedia jasa perbankan tersebut. Persoalan yang timbul itu dinilai merugikan nasabah di Aceh.

“Berbeda kasus bila ini di luar Aceh, bila ada masalah, mereka masih bisa mencari ATM bank konvensional lainnya. Namun kalau di Aceh pilihan ini sudah tidak ada lagi, hanya unit bank syariah sajalah yang tersedia,” tutur politikus PAN ini. (P-002)

Tinggalkan Komentarmu!