Bazla Institut Ziarah ke Makam Sultan Malikussaleh

30

Aceh Utara – Bazla Institut ziarah ke Makam Sultan Malikussaleh yang terletak di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (10/4/2021)

Acara ziarah ini dihadiri oleh pengurus Bazla Institut, peserta didik program spesial Ramadhan Bazla Institut, dan orangtua wali yang ikut berdzikir dan doa bersama. Sembari acara berlangsung juga bersamaan dengan kunjungan siswa/i MIN 29 Aceh Utara. Dewan guru bersama Siswa/i MIN 29 Aceh Utara juga antusias untuk berdzikir bersama peserta didik Bazla Institut.

Usai membacakan doa bersama, selanjutnya para peserta didik Bazla Institut mendengarkan kupasan sejarah singkat tentang Sultan Malikussaleh disampaikan oleh Tgk. Saiful Bahri (pengkhadim makam).

“Malikussaleh merupakan sultan pertama kerajaan Islam pertama di Nusantara, yaitu Samudera Pasai. Ia memerintah mulai tahun 1267. Sultan Malikussaleh satu-satunya raja yang bisa membaca Al-quran pada abad 13 dahulu,” kata Saiful.

Lanjutnya, Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Nazimuddin Al Kamil pada abad ke-13. Nazimuddin Al Kamil adalah seorang laksamana laut dari Mesir. Beliau diperintahkan pada tahun 1238 M untuk merebut Pelabuhan Kambayat di Gujarat yang tujuannya untuk dijadikan tempat pemasaran barang-barang perdagangan dari timur.

“Beliau mengangkat Meurah Silu sebagai Raja Pasai pertama. Setelah naik tahta Marah Silu berganti nama dan bergelar Sultan Malik As-Saleh. Masa akhir pemerintahan Sultan Malik As-Saleh sampai beliau wafat pada tahun 696 Hijriah atau 1297 Masehi,” sebut Tgk. Saiful.

Direktur Bazla Institut, Ust. Al Fadil Muhammad dalam kesempatan itu mengatakan, saat ini anak-anak kita para generasi milenial masih sangat kurang pengetahuannya terkait sejarah-sejarah lama. Bahkan muncul kekhawatiran kita mereka lupa dengan sejarah nenek moyangnya.

“Kita sangat khawatir anak-anak melupakan sejarah, kita hidup di negara yang penuh dengan sejarah. Kalau generasi milenial hari ini tidak peduli dengan sejarah, saat dewasa mereka nanti, datang orang-orang yang tidak bertanggung jawab merobah sejarah-sejarah yang ada,” pungkas Al Fadil.

Al Fadil melanjutkan, Kita harus saling bahu-membahu memberikan memberikan pengetahuan tentang sejarah kepada anak-anak, terutama terkait sejarah Sultan Malikussaleh.

“Peserta didik Bazla Institut kita bawa untuk ziarah ke makam Sultan Malikussaleh agar mereka paham tentang sejarah yang ada di daerah kita. Tidak hanya belajar materi saja, tapi mereka bisa melihat langsung bukti-bukti sejarahnya,” kata Al Fadil.

Usai mengunjungi Makam Sultan Malikussaleh, rombongan Bazla Institut berkunjung ke Museum Islam Samudera Pasai (Malikussaleh) yang terletak tidak jauh dari makam Sultan Malikussaleh. []

Tinggalkan Komentarmu!