Makanan Khas Arab dan India Ada di Aceh

259

Banda Aceh – Selain memiliki budaya yang cukup kental, India juga memiliki beragam makanan atau kuliner yang khas dengan rempah-rempah. Kini, beragam menu kuliner dari negeri Bollywood tersebut sudah bisa ditemui di Kota Banda Aceh, Aceh.

Di pusat kota ibu provinsi Aceh ini, satu-satunya warung yang menyediakan masakan India adalah Indian Coffee House. Warung ini berada di Jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango, Kota Banda Aceh.

Usaha warung tersebut didirikan oleh pria asal India bernama Abdul Somad. Ia mulai merintis usaha ini pada akhir 2019 silam bersama istrinya yang merupakan asli Aceh.

Owner Indian Coffee House Aceh, Abdul Somad

“Saya ketemu dengan dia (istri) awalnya saat saya berkunjung ke Aceh tepatnya di Masjid Raya Baiturrahman, setelah itu saya menikahi dia, lalu kami dirikan usaha ini,” kata Somad saat berbincang-bincang dengan pikiranaceh.id, Sabtu (9/1/2021) malam.

Sebelum memutuskan membuka cabangnya di Aceh, Somad sudah melalang buana berjualan atau mempromosikan kuliner India di berbagai negara, seperti Qatar, UEA, dan Oman.

“Ini usaha keluarga kami, sebelumnya saya pernah jualan di Qatar,” sebut Somad.

Indian Coffee House Aceh di kawasan Pango, Kota Banda Aceh

Adapun berbagai menu di Indian Coffee House di antaranya porotta, sandwich, aneka juice, karak tea, tandoori chai/teh bakar India, sulaimani tea, saffron tea, herbal tea dan sejumlah minuman khas India lainnya.

“Masih banyak menu-menu lainnya yang akan kami hadirkan, rencananya saat pandemi ini sudah berakhir,” ucap Somad.

Somad dan istri juga bakal membuka cabangnya di seluruh Aceh. Hal ini dalam rangka memperkenalkan kuliner India di seluruh penjuru Serambi Mekkah. Namun, cabang yang bakal dibuka nanti bukan warung, melainkan kios atau gerobak.

“Cabang kios kebab saat ini sudah ada di Aneuk Galong, Aceh Besar. Kami rencana seluruh Aceh untuk khas India, kebab dan minuman khas India,” sebut Somad.

Pengunjung menikmati kuliner di Indian Coffee House Aceh di kawasan Pango, Kota Banda Aceh

Dalam proses perjalanan bisnis kuliner ini, kata Somad, ia dan istri selalu memperhatikan kualitas sajian supaya rasanya enak dan dapat diterima oleh masyarakat Aceh.

“Restoran bukan cuma cari untung, kami di sana (Qatar) juga semua makanan tidak ada masako, ajinamoto, dan lain-lain, semua alami dan bersih, sehingga yang datang ke warung kami merasa senang,” kata Somad.

Salah seorang pengunjung, Furqan mengaku sangat suka pada menu kuliner di Indian Coffee House. Menurutnya, berbagai macam menu di warung ini sangat cocok dengan lidah orang timur tengah, terutama Arab Saudi.

“Rasanya persis seperti menikmati di Arab, maknyus, seperti contoh makanan shawarma dan lain-lain,” ujar Furqan. (P-04)

Tinggalkan Komentarmu!