Aturan Stiker BBM Dicabut, GERAM: Gugatan di PN Tetap

58
Inisiator GERAM, Syakya Meirizal usai menggugat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah ke Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (5/10/2020).

Banda Aceh – Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) tetap tak akan mencabut gugatan terhadap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, meski SE Gubernur tentang Program Stickering sudah dicabut.

“Kami tidak akan mencabut gugatan di PN. Ada beberapa hal lain yang dilakukan Plt Gubernur Aceh telah melanggar hukum dan merugikan masyarakat,” ujar Inisiator GERAM Syakya Meirizal saat dihubungi, Jumat (16/10/2020).

Baca: Warga Aceh Gugat Plt Gubernur ke PN

Ia menjelaskan, gugatan ke pengadilan tersebut baru akan dicabut jika Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memenuhi sejumlah permintaan GERAM. Pertama, Nova harus meminta maaf pada masyarakat Aceh, sebab pemasangan stiker selama ini sudah merendahkan harkat dan martabat rakyat.

“Jadi alasan lain, kita juga menuntut permintaan maaf, dan kedua menuntut jaminan ketersediaan BBM terutama solar bersubsidi dan premium sepanjang waktu di Aceh,” papar Syakya.

Menurut Syakya, jika alasan kedua ini tak dipenuhi, maka pencabutan stickering tersebut sia-sia. Apabila jaminan BBM subsidi tak terpenuhi, maka antrean panjang akan terjadi di sejumlah SPBU di Tanah Rencong.

“Jangan model dulu, model satu jam habis BBM Subsidinya, sehingga terjadi antrean,” ungkap Syakya.

Sementara alasan ketiga adalah GERAM menuntut Plt Gubernur Aceh untuk menggantikan kerugian immateriil sebesar Rp 1 triliun kepada masyarakat Aceh, terkait pemasangan stiker BBM tersebut.

“Kerugian immateriil atas perbuatan merendahkan harkat dan martabat yang rakyat aceh, yang telah terjadi. Kalau tiga hal itu dipenuhi, baru kita cabut,” jelas Syakya.

“Tetapi apapun keputusan di pengadilan terhadap gugatan ini kami akan hormati, kalau misalnya pengadilan sampaikan tidak lanjut, ya sudah tidak lanjut,” pungkasnya.

Baca: Pekan Depan, Gugatan Terhadap Plt Gubernur Aceh Mulai Disidang

Diberitakan sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mencabut Surat Edaran Gubernur Nomor 540/9186 yang dikeluarkan pada tanggal 2 Juli 2020 tentang Program Stickering. Edaran itu dicabut per tanggal 15 Oktober, hari Kamis kemarin.

“Selanjutnya agar pihak Pertamina mengambil langkah-langkah evaluasi dan melanjutkan distribusi BBM bersubsidi sebagaimana masa program stickering belum diberlakukan,” demikian bunyi surat poin pencabutan edaran yang diteken Nova tersebut. (P-04)

Baca: Aturan Stiker Dicabut, Pengguna Mobil Kembali Bebas Isi BBM

Tinggalkan Komentarmu!