Kesegaran Air Terjun Ceuracheu di Aceh Jaya

42
Wisawatan menikmati kesegaran Air Terjun Ceuracheu di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. (Ahmad Deden/pikiranaceh.id)

Banda Aceh – Berbicara tentang objek wisata di Aceh, seolah tak ada habisnya. Selain kaya akan objek wisata pantai, provinsi paling ujung Sumatera ini juga memiliki segudang objek wisata pegunungan, salah satunya air terjun.

Seperti Air Terjun Ceuracheu Klah Krueng Ayon. Objek wisata ini memang belum diketahui oleh banyak orang, karena lokasinya berada di tengah-tengah perkebunan sawit dan hutan berantara.

Objek wisata ini berada di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 25 meter.

Untuk mencapai lokasi ini, ada dua jalan yang bisa diakses wisawatan yaitu dari Suak, Kecamatan Darul Hikmah dan Lhoek Kruet, Kecamatan Sampoiniet.

Jika melalui Kecamatan Sampoiniet, wisatawan setidaknya harus menempuh jarak kurang lebih 25 kilometer atau melakukan perjalanan sekitar 1 jam dari Lhok Kruet, ibu kota kecamatan Sampoiniet.

Sementara melalui kecamatan Darul Hikmah, wisatawan hanya menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer atau melakukan perjalanan sekitar 30 menit dari Suak.

Kondisi kedua akses menuju ke tempat wisata ini sangat sulit. Wisatawan harus melewati tanjakan yang curam serta jalan berlumpur jika sedang musim hujan.

Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhkan pemandangan nan indah berupa hutan berantara, perkebunan jeruk, durian, sawit dan areal persawahan.

Wisawatan menyantap makanan di Air Terjun Ceuracheu di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. (Ahmad Deden/pikiranaceh.id)

Begitu tiba di Desa Krueng Ayon, alangkah baiknya wisatawan melaporkan pada warga setempat. Hal ini untuk alasan keamanan, di mana lokasi air terjun itu merupakan daerah rawan gajah liar.

Seperti yang diakui Hendriansyah, salah seorang petani sawit di kawasan tersebut. Ia mengatakan, setidaknya ada 20-an gajah yang masih berkeliaran di kawasan pegunungan di kawasan itu.

“Gajah itu biasanya turun saat hujan turun serta pada malam hari untuk mencari sawit, mereka ada yang sendiri-sendiri dan berkelompok, jika kita tidak mengganggun dia, Insya Allah tidak apa-apa,” katanya belum lama ini.

Ilustrasi, sejumlah kawanan gajah melintasi jalan perkebunan warga di Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (4/8/2019). (Waspada)

Avicenna Al-Maududdy, salah seorang wisatawan dari Banda Aceh mengatakan, objek wisata ini memiliki potensi luar biasa karena memiliki keindahan tersendiri, dihimpit oleh perbukitan.

Namun sayangnya, objek wisata ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat. Buktinya, akses menuju ke lokasi sangat sulit.

“Untuk menuju ke lokasi, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer karena belum ada jalan yang bisa dilalui,” kata Avicenna.

Kesegaran Air Terjun Ceuracheu di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. (Ahmad Deden/pikiranaceh.id)

Ia berharap agar pemerintah setempat memberi perhatian pada objek wisata ini. Menurutnya, Air Terjun Ceuracheu memiliki potensi yang luar biasa untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

“Jika sudah dipugar, wisatawan juga akan senang mengunjungi objek wisata ini,” sebut Avicenna. []

AHMAD DEDEN

Tinggalkan Komentarmu!