Penguatan Ekonomi Aceh, Wakil Ketua DPRA Tekankan Peningkatan Kerjasama dengan Sumut

3
Foto : Dok DPRA

Medan – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin menekankan agar peningkatan kerjasama ekonomi dan bidang lainnya dapat ditingkatkan dengan Sumatera Utara, dalam hal penguatan ekonomi Aceh.

Hal itu disampaikan Safaruddin dalam pertemuan dengan jajaran DPRD Sumut, Kamis (1/10/2020), serta saat bertemu dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksyah, Rabu malam (30/9/2020).

Safaruddin mengatakan, dirinya bersama sejumlah anggota DPRA lainnya berkunjung ke Sumut dalam hal penyusunan Rancangan Kerja Tahunan (RKT) DPRA. Rombongan DPRA diterima Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani dari Fraksi NasDem.

“Terkait RKT, bergulir pembahasan terkait rencana kerja DPR masing-masing, khususnya dalam hal penguatan tiga fungsi dewan yaitu pengawasan, penganggaran, dan legislasi,” ujar Safaruddin.

Selain RKT, Safaruddin menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga disinggung persoalan tapal batas Aceh-Sumut, yang mana masih perlu dirumuskan atau dibicarakan antara kedua pemerintahan, yakni Pemerintah Aceh dan Pemprov Sumut.

“Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah mengatakan siap mengajak Pemrov Sumut untuk membicarakan kembali persoalan tapal batas tersebut dengan Pemerintah Aceh,” jelas Safaruddin.

Selain bertemu jajaran DPRD Sumut, tim Panja RKT DPRA juga bertemu Wagub Sumut, Musa Rajekshah, pada Rabu malam (30/9/2020).

“Dalam pertemuan itu, beliau membuka ruang agar bisa mendiskusikan banyak hal, terkait dinamika yang berkembang, baik pertemuan politik maupun ekonomi di dua provinsi yang bertetangga ini,” kata Safar.

“Selain itu, Wagub Sumut juga menyinggung soal kesiapan Aceh dan Sumut yang menjadi tuan rumah PON XXI, yang mana agar dapat berkolaboriasi dengan baik dalam persiapan kegiatan tersebut,” ujar Safar lagi.

Dalam pertemuan itu, Safaruddin juga menyampaikan agar kemitraan antara dua provinsi ini tidak hanya terjalin terkait PON, melainkan juga dapat terjalin dalam hal penguatan ekonomi.

“Kita akui bahwa Aceh dalam hal sumber daya yang kita dapat, khususnya pangan dan sandang itu lebih banyak dari Medan. Kita berharap ke depan ada kemintraan yang berbalik, di mana pengusaha-pengusaha Medan juga bisa berinvestasi ke Aceh, yang mana pertumbuhan ekonominya bisa sama-sama terangkat,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.

“Semoga saja kerjasama dalam pertumbuhan ekonomi dapat terjalin dan dirumuskan antara Pemrov Sumut dan Pemerintah Aceh ke depan. Karena banyak hal yang bisa dilakukan kerjasama, apalagi Aceh sangat luas dan memiliki sumber daya alam yang bisa dibanggakan dalam hal menjalin kerjasama untuk penguatan ekonomi,” tutup Safar. [Ril]

Tinggalkan Komentarmu!