Forum Aktivis Dayah Aceh Sebut DPRA Bagai Tong Kosong Nyaring Bunyinya

1449
Ilustrasi, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin (baju putih) saat berbicara dalam konferensi pers di ruang serbaguna DPRA, Senin (14/9/2020). (Media Center DPRA)

Banda Aceh – Sudah satu tahun sejak dilantik pada 30 September 2019, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dinilai seperti lembaga ‘tong kosong nyaring bunyinya’. Hal ini disampaikan oleh Sekjen Forum Aktivis Dayah Aceh Tgk Syeh Ibnu Hajar Al Usmany kepada wartawan di Banda Aceh (21/9/2020).

Menurutnya, sudah satu tahun DPRA sampai saat ini tidak ada satupun kinerja yang dibuktikan kepada rakyat Aceh, bahkan beberapa Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sendiri belum terbentuk secara lengkap.

“Sudah satu tahun sejak dilantik, sampai saat ini Badan Kehormatan Dewan saja belum ada di DPRA apalagi bicara kinerja yang menyangkut regulasi,” tegasnya.

Dia menambahkan, dari sisi legal drafting yang menjadi bagian dari tupoksi DPRA sendiri juga tidak membuktikan apa-apa. Pasalnya, dari beberapa rancangan qanun prioritas yang seharusnya diselesaikan sampai saat ini masih molor.

“Rancangan Qanun prioritas yang sudah masuk dalam prolegda saja belum dibahas seperti Rancangan Qanun Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji sampai saat ini belum terwujud,” ungkap Analis salah satu lembaga Konsultan Politik ini.

Terkait polemik dan ketidak harmonisan hubungan Legislatif dan Eksekutif, Forum Aktivis Dayah Aceh ini juga mengharapkan agar masing-masing instrumen fokus pada kerja yang bermanfaat kepada rakyat Aceh serta tidak saling membangun argumen politis.

“Harapan kita, legislatif fokus pada kerja yang lebih bermanfaat dan tidak terkesan tong kosong nyaring bunyinya, begitu juga Eksekutif agar menyelesaikan kerja yang menjadi prioritas ditengan pandemi ini. Jangan saling menyalahkan, biarkan saja pemerintah bekerja dulu demi mewujudkan pembangunan dan kedamaiam bagi Rakyat,” ujarnya. (ril)

Tinggalkan Komentarmu!