Ukuran Payudaranya Terlalu Besar, Wanita Ini Terpaksa Duduk di Kursi Roda

21
Ilustrasi kursi roda. (dok. BeatricBB/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Jakarta – Bagi Debbie Horton, memiliki payudara yang berukuran sangat besar adalah sebuah siksaan. Kondisi itu bahkan membuatnya harus duduk di kursi roda karena berbagai masalah pada tulang belakangnya

Wanita 26 tahun asal Nuneaton, Inggris ini mengatakan bahwa dirinya sangat ingin melakukan prosedur pengecilan payudara.

Dikutip dari Mirror pada Senin (14/9/2020), Debbie menceritakan bahwa sebelumnya dia sempat menjalani beberapa operasi karena payudaranya yang berukuran 42L menekan tubuhnya.

“Beban payudara saya terus menurun dan itu menyebabkan begitu banyak rasa sakit. Saya hidup dengan rasa sakit setiap hari,” kata perempuan yang bekerja sebagai seorangsales advisor ini.

“Saya benar-benra percaya bahwa menjalani operasi pengecilan payudara akan mengubah hidup saya sepenuhnya, ini akan mengurangi rasa sakit karena saya tidak akan membiarkan beban tertarik ke bawah.”

Mulai Sakit di 2016

Dalam empat tahun terakhir, Debbie mengatakan bahwa dirinya sering mengalami rasa sakit yang luar biasa akibat masalah pada tulangnya termasuk spinal degeneration disc disease, fibromyalgia, prolapsed discs spondylitis, hingga kifosis di lehernya.

Debbie mengatakan bahwa ia sudah sempat berkonsultasi dengan dokter di United Kingdom National Health Service, namun mereka punya regulasi yang sangat ketat apabila ia mau mengembalikan posisi tulang belakangnya.

Dikutip dari The Sun, ia mengungkapkan, kondisinya mulai memburuk di tahun 2016 saat dia merasakan sakit di punggungnya ketika membungkuk.

“Mereka menemukan bahwa tulang belakang saya melengkung yang mungkin merupakan sesuatu yang sudah saya miliki sejak lahir, mereka tidak yakin,” kata Debbie.

Bantuan dari Orang di Sekitarnya

Usai mengambil cuti dua bulan, kondisi wanita yang dahulu kerap melakukan triathlon dan rajin berolahraga itu pun menurun sejak saat itu. Debbie pun sempat menjalani tiga kali operasi termasuk disektomi, namun hingga November 2019, dia masih kesulitan untuk berjalan.

“Saya didiagnosis dengan lupus pekan lalu yang merupakan masalah lain untuk ditambahkan dalam daftar.” Tak hanya itu, Debbie juga mengeluhkan bahwa kulitnya menjadi sangat sensitif sehingga tidak bisa memakai bra yang membuat beban payudaranya menjadi lebih berat.

Kondisinya pun membuat ia terjebak di kursi roda. Beruntungnya, Debbie hidup bersama tunangannya, Lee, yang membantunya sehari-hari.

“Dia luar biasa, saya telah mengatakan padanya bahwa tak masalah jika ia ingin pergi dan menemukan seseorang yang dapat hidup normal bersamanya, tetapi dia tidak menginginkannya.”

Tak hanya Lee, salah seorang temannya bernama Rita Bloomer pun juga membantunya menggalang dana untuk perawatannya. Ia berharap agar bantuan tersebut akan mengubah hidupnya agar bisa lebih baik. []

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Komentarmu!